ADART

PAGUYUBAN PANATACARA DAN PAMEDHAR SABDA

 

PONOROGO – JAWA TIMUR – INDONESIA

Sekretariat : RT/RW : 05/01 Karesan Desa Dadapan Kec. Balong, Ponorogo JATIM 63461

 

 

PENDAHULUAN

 

Segala Puji Bagi Allah SWT atas segala nikmatNya. Shalawat serta teriring salam disampaikan kepada Rosulullah beserta keluarga, shahabat dan pengikutnya yang

setia hingga akhir jaman

Profesi Master of Ceremony (MC) atau Kepanatacaran dalam dunia upacara adat Jawa merupakan profesi yang kian hari kian langka karena tidak banyak dilirik dan diminati generasi muda pada era abad ini. Dunia Kapanatacaran identik dengan manusia yang bergelut dengan sastra, tutur kata, etika, adapt ke Jawaan yang adi luhung

Budaya dan sastra Jawa, terutama yang tercakup dalam upacara adat Jawa sarat akan

nilai-nilai serta filosofi yang tinggi. Tata cara upacara adapt Jawa apapun

ragamnya didalamnya ada pendidikan moral, etika, anggah-ungguh, sopan santun dan

ajaran-ajaran moral lainnya.

Maka, sangat disayangkan apabila nilai-nilai pendidikan non formal tersebut hilang dari
peredaran budaya di tanah air ini apalagi kalau hilangnya akibat telgerus oleh budaya
manca yang belum terfilter.

Paguyuban Panatacara dan Pamedhar Sabda upacara adat Jawa “NGAMBAR ARUM” akan menjadi salah satu garda terdepan mengembangkan, melestarikan seni, budaya adat Jawa, serta memberdayakan para insan seni tradisi Jawa, terutama mereka yang ambyur di dunia kapanatacaran

 

Paguyuban Panatacara dan Pamedhar Sabda upacara adat Jawa “NGAMBAR ARUM” akan menjadi Suh/tali ikatan emosional/kekerabatan senasib dan perjuangan warganya dalam rangka mencapai kemakmuran hiclup bebrayan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, sesuai dengan nama dan slogannya ‘NGAMBAR ARUM” (Ngudi Adil Makmuring Bebrayan Anggayuh Rukuning Memitran)

 

Untuk maksud diatas maka disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Paguyuban Panatacara dan Pamedhar Sabda NGAMBAR ARUM yang membawahi
seluruh wilayah Kecamatan dan desa di wilayah bumi Reog Ponorogo

 

ANGGARAN DASAR
PAGUYUBAN PANATACARA DAN PAMEDHAR SABDA

 

“NGAMBAR ARUM”

 

BAB I
NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1 : Nama

Nama dari organisasi ini adalah “PAGUYUBAN PANATACARA DAN PAMEDHAR SABDA NGAMBAR ARUM” (singkatan dari Ngudi Adil Makmuring Bebrayan, Anggayuh Rukuning Memitran)

 

Pasal 2: Waktu

Paguyuban Panatacara dan Pamedhar Sabda “NGAMBAR ARUM” didirikan pada tanggal 25 Januari tahun 2009, bertepatan dengan tanggal 28 Muharam 1430 H untuk waktu yang ticlak ditentukan.

 

Pasal 3: Tempat kedudukan

Paguyuban Panatacara dan “NGAMBAR ARUM” berkedudukan di Ponorogo, meliputi seluruh Kecamatan dan desa di wilayah Ponorogo, dengan alamat Sekretariat : RT/RW : 05/01 Keresan Desa Dadapan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

 

 

 

BAB II

ASAS DAN STATUS

Pasal 4 : Asas

Paguyuban Panatacara dan Pamedhar Sabda NGAMBAR ARUM berasaskan Pancasila dan UUD 1945

 

Pasal 5 : Status

Paguyuban Panatacara dan Pamedhar Sabda “NGAMBAR ARUM” adalah Paguyuban panatacara/MC upacara adat Jawa yang menghimpun seluruh MC adat Jawa se Ponorogo

 

BAB III

TUJUAN

 

Pasal 6 : Tujuan

Ayat 1. Melestarikan budaya Jawa yang adiluhung

 

Ayat 2. Menghimpun, membina dan mengarahkan seluruh MC/panatacara upacara adat Jawa agar selalu mengembangkan diri, berkreasi, berprestasi dan profresional

 

 

BAB IV
LAMBANG DAN ARTI LAMBANG

Pasal 7: Lambang

Ayat 1 Dua sayap membentang

Ayat 2 Gambar kesenian reog Ponorogo

Ayat 3 Dua tangan menjunjung mahkota

Ayat 4 Pita bertuliskan nama paguyuban.

Ayat 5 Rantai/tali

 

Pasal 8 : Arti Lambang

Ayat 1 Dua sayap membentang, melambangkan kekuatan untuk melanglang buana, menggapai tujuan yang mulia, sayap terdiri dari rangkaian bulu-bulu bermakna sebagai pena atau lambang keilmuan.

 

Ayat 2 Gambar/ilustrasi seni Reog Ponorogo, sebagai identitas warga Paguyuban “NGAMBAR ARUM” sebagai warga Ponorogo, pelestari budaya dari kota Reog Ponorogo

 

Ayat 3 Tangan menjujung/mengangkat Mahkota bermakna kerukunan, kekompakan warga paguyuban “NGAMBAR ARUM” dalam rangka mengangkat budaya Jawa yang tergambarkan dalam ilustrasi Mahkota kerajaan.

 

Ayat 4 Pita bertuliskan NGAMBAR ARUM sebagai identitas paguyuban

 

Ayat 5 Rantai/tali sebagai lambang ikatan emosional, kekerabatan, persaudaraan antar warga paguyuban “NGAMBAR ARUM”

 

BAB V
PERANGKAT ORGANISASI

 

Pasal 9: Perangkat Organisasi paguyuban NGAMBAR ARUM terdiri dari

Ayat 1. Rapat Umum Warga

Ayat 2. Rapat Pengurus Paguyuban

Ayat 3. Dewan Pembina

Ayat 4. Dewan Paranpara

Ayat 5. Pangarsa

Ayat 6. Perangkat

Ayat 7 Seksi-seksi

 

BAB VI
LEMBAGA TERTINGGI DAN TINGGI NGAMBAR ARUM

 

Pasal 10 : Lembaga Tertinggi

 

Ayat 1. Lembaga Tertinggi NGAMBAR ARUM adalah Rapat Umum Warga NGAMBAR ARUM

Ayat 2. Ketentuan Rapat Umum Warga diatur dalam Anggaran Rumah Tangga

 

Pasal 11 : Lembaga Tinggi

 

Ayat 1. Lembaga Tinggi NGAMBAR ARUM adalah Rapat Pengurus paguyuban

Ayat 2 Ketentuan lembaga (Rapat Pengurus Paguyuban) tersebut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

BAB VII
KEANGGOTAAN

 

Pasal 12 :

Ayat 1. Setiap MC/Panatacara upacara adat Jawa diperbolehkan bergabung dengan paguyuban

Ayat 2. Ketentuan Keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

BAB VIII
SUMBER DANA

 

Pasal 13 : Sumber dans Paguyuban NGAMBAR ARUM diperoleh dari

Ayat 1. Dana pembinaan dari dings terkait

Ayat 2. luran wajib warga paguyuban

Ayat 3. Donatur.

Ayat 4. Usaha -usaha yang halal berdasarkan asas dan tujuan.

 

BAB IX
ATURAN TAMBAHAN

 

Pasal 14 : Hal-hal yang belum diatur di dalam Anggaran Dasar akan diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga NGAMBAR ARUM dan tidak menyimpang dari Anggaran Dasar.

Pasal 15 : Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh Rapat Umum warga NGAMBAR ARUM.

Pasal 16 : Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga diatur dalam peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan lainnya yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NGAMBAR ARUM

Pasal 17 : Semua peraturan dan ketentuan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 19 : Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal disahkan.

 

 

Ponorogo, 29 Maret 2009
Pimpinan Rapat Umum Warga

 

 

 

DARMUJI, S.Ag

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA

PAGUYUBAN PANATACARA DAN PAMEDHAR SABDA

“NGAMBAR ARUM”

 

 

BAB I
ORGANISASI

 

Pasal 1 : Rapat Umum warga NGAMBAR ARUM

Ayat 1. Status dan Wewenang

  1. Merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi.
  1. Memilih dan mengangkat Pengurus Paguyuban untuk masa jabatan 5 tahun.
  2. Membahas hal-hal yang bersifat khusus.
  3. Meminta pertanggung jawaban Pengurus Paguyuban
  4. Mengusulkan perubahan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga.

 

Ayat 2. Pelaksanaan Rapat Umum warga NGAMBAR ARUM

  1. Pelaksanaan Rapat Umum warga NGAMBAR ARUM dilaksanakan oleh Pengurus Paguyuban NGAMBAR ARUM
  2. Penyelenggaraannya dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 tahun sekali
  3. Apabila dalam kurun waktu tersebut terjadi hal-hal khusus maka pengurus paguyuban dapat mengadakan Rapat umum warga paguyuban.

 

Pasal 2 : Dewan Pembina dan Dewan Paranpara

Ayat 1. Dewan Pembina

a. Dewan Pembina terdiri dari 3 orang Sesepuh MC/Panatacara di wilayah Ponorogo

b. Dewan Pembina berhak memberi saran, nasehat, dan pendapat serta mengawasi kegiatan Paguyuban

 

Ayat 2. Dewan Paranpara

a. Dewan Paranpara terdiri dari 3 orang yang dipilih dan diangkat oleh Rapat Umum warga NGAMBAR ARUM.

b. Dewan Paranpara wajib memberikan bantuan baik moriil maupun materiil.

 

Pasal 3 : Rapat Pengurus Paguyuban

Ayat 1. Rapat Pengurus Paguyuban minimal dihadiri oleh Lurah, wakil Lurah, Carik, Wakil Carik, Bendahara dan Bayan yang mewakili wilayah.

Ayat 2. Rapat Pengurus Paguyuban dipimpin oleh Lurah dan atau wakil Lurah.

 

Pasal 4 : Kepengurusan

Ayat 1. Susunan Pengurus merupakan hasil Rapat Umum Warga.

Ayat 2. Pengurus membuat rancangan dan Agenda Acura Rapat Umum Warga Paguyuban Panatacara NGAMBAR ARUM

Ayat 3. Kepengurusan dinyatakan demisioner setelah laporan pertanggungjawaban diterima oleh Rapat Umum Warga Paguyuban NGAMBAR ARUM.

Ayat 4. Masa jabatan Lurah Paguyuban NGAMBAR ARUM maksimum hanya 2 kali masa kepengurusan.

Ayat 5. Jika Lurah Paguyuban NGAMBAR ARUM berhenti atau diberhentikan sebelum rnasa jabatannya berakhir, maka digantikan oleh wakil Lurah sampai habis masa jabatannya.

Pasal 5: Kewajiban dan Hak Pengurus

Ayat 1. Pengurus harus mentaati AD/ART.

Ayat 2. Pengurus wajib menetapkan program kerja.

Ayat 3. Pengurus wajib mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan program-program kerja.

Ayat 4. Pengurus berhak dan wajib mengadakan rapat khusus/ istimewa jika perlu

Ayat 5. Masa kepengurusan Paguyuban NGAMBAR ARUM selama 5 tahun, dimulai bulan Januari sampai dengan Desember.

 

 

BAB II
KEWARGAAN

 

Pasal 6: Kewargaan NGAMBAR ARUM

Ayat 1. Warga adalah MC/Panatacara dan Pamedhar Sabd,- professional memenuhi ketentuan sebagai warga.

Ayat 2. Warga NGAMBAR ARUM terdiri atas :

  1. Warga adalah MC/Panatacara upacara penganten memenuhi ketentuan.
  2. Pengurus adalah warga biasa yang merupakan badan pengurus paguyuban dan Perangkat lain yang disahkan dalam Rapat Umum Warga
  3. Warga Kehormatan adalah warga yang diangkat dan disahkan oleh Pengurus Paguyuban.

 

Pasal 7: Penerimaan Warga

Ayat 1. Syarat menjadi warga

a. Sehat Jasmani dan Rohani

  1. Mengisi biodata
  1. Berusia minimal kurang lebih 17 tahun
  2. Berkelakuan baik
  3. Hobi menjadi MC/Panatacara dan mau mengembangan diri
  1. Cinta seni tradisi dan adat Jawa
  1. Tunduk dan patuh pada AD/ ART NGAMBAR ARUM

 

Ayat 2. Syarat menjadi Pengurus :

  1. Aktif dalam kegiatan yang diaclakan oleh Paguyuban NGAMBAR ARUM
  2. Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap Paguyuban NGAMBAR ARUM

Ayat 3. Syarat menjadi Warga Kehormatan

a. Minimal Cinta seni Kapanatacaran

b. Memiliki loyalitas yang tinggi tarhadap Paguyuban NGAMBAR ARUM

c. Diangkat dan disahkan oleh pengurus Paguyuban

 

Pasal 8: Kewajiban dan Hak Warga

Ayat 1. Setiap warga dan pengurus berkewajiban mentaati AD/ART.

Ayat 2. Setiap Warga berhak mengikuti kegiatan Paguyuban NGAMBAR ARUM

Ayat 3 Setiap warga berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul, dan atau mengajukan Pertanyaan kepada pengurus Paguyuban NGAMBAR ARUM.

Ayat 4. Warga berhak untuk dipilih dan memilih lurch Paguyuban NGAMBAR ARUM

 

Pasal 9 : Kehilangan dan Pemberhentian Warga

Ayat 1. Warga kehilangan keanggotaannya karena

  1. Meninggal dunia
  2. Atas permintaan sendiri
  3. Diberhentikan

Ayat 2. Warga diberhentikan karena tindakan yang bertentangan dengan AD/ART.

Ayat 3. Surat Keputusan Pemberhentian dikeluarkan oleh Lurch atas Persetujuan Pengurus Paguyuban.

Ayat 4. Warga yang diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas berhak mengajukan pembelaan diri dan didampingi oleh pembela dalam Rapat Pengurus Paguyuban NGAMBAR ARUM.

 

 

Ayat 5. Pengurus berkewajiban untuk melakukan rehabilitasi status Warga dan atau cukup beralasan yang berkaitan dengan pasal 9 ayat 2, 3, dan 4 bila terbukti tidak bersalah.

 

BAB III
SUMBER DANA

 

Pasal 10 : Sumber Dana Paguyuban NGAMBAR ARUM diperoleh dari

Ayat 1. Setiap kegiatan NGAMBAR ARUM yang berhubungan dengan kegiatan pentas seni, lomba, dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lain pengurus mengajukan/mencar’ Sponsorship dari pihak lain maupun dinas terkait.

Ayat 2. Untuk kegiatan intern paguyuban, seperti pelatihan, kursus, refreshing bagi warga Paguyuban dalam rangka peningkatan kualitas dan pemberdayaan warga paguyuban, maka pengurus berhak menarik iuran kepada seluruh warga Paguyuban atas persetujuan Rapat pengurus.

Ayat 3. luran Wajib dari Warga

 

BAB IV
ATURAN TAMBAHAN

 

Pasal 11 : Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga akan ditetapkan dalam Peraturan organisasi yang tidak bertentangan dengan AD/ ART.

Pasal 12 : Perumusan rancangan perubahan AD/ ART dibuat dan disampaikan oleh sebuah tim yang diangkat oleh pengurus paguyuban NGAMBAR ARUM pads periode yang sedang berlangsung.

Pasal 13 : Semua peraturan dan ketentuan yang bertentangan dengan Anggaran Rumah Tangga ini dinyatakan tidak berlaku

Pasal 14 : AD/ ART berlaku sejak tanggal disahkan.

 

 

 

Ponorogo, 29 Maret 2009
Pimpinan Rapat Umum Warga

 

 

 

 

DARMUJI, S.Ag

 

 

 

 

 

STRUKTUR ORGANISASI

PAGUYUBAN PANATACARA DAN PAMEDHAR SABDA

 

 

 

PONOROGO JATIM INDONESIA
MASA BAKTI 2009-2014

 

 

I. PEMBINA

  1. Drs. H. Sumani, M.Pd
  2. Drs. Untung Sugiri
  3. Drs. H. Suraji, M.Pd

 

II. PARANPARA

  1. Suyitno, S.Pd
  2. Suharto, S.Pd
  3. Drs. Totok Moelyono

 

III. PANGARSA

  1. Lurah : Darmuji, S. Ag
  2. Wakil Lurah : Joko Santosa

 

IV. PERANGKAT

  1. Carik : Edi Widodo
  1. Wakil Carik : Suyatno
  1. Bendahara : Imam Shobiri
  1. Wakil Bendahara, : Mulyono
  1. Bayan-bayan:
  1. Slahung : Gatot Sujianto
  2. Balong : Suwadi
  3. Bungkal : Bari
  4. Ngrayun :
  5. Jambon : Jais
  6. Jetis : Wahyu
  7. Sambit : Budi Sastro
  8. Sawoo :
  9. Kota : Ma’shum Hariyanto
  10. Babadan : Subroto
  11. Badegan :
  12. Sukorejo :

 

V. SEKSI-SEKSI

1. Seni dan Budaya

  1. Sunoto, S.Pd
  2. Agus Prayitno

2. Rohani

  1. K. Qomari
  2. Mukhlis AM

3. Pembinaan warga

  1. Nardiono
  2. Toto Moelyono
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: