WISUDHAN PANATACARA TATARAN MUDHA BERGADHA 2

Adicara wisudhan Panatacara tatan mudha bergadha 2 tahun 2011 bade kawontenaken ing dinten Selasa Legi malem Rebo Paing, 25 malem 26 Oktober 2011, watawis tabuh 19.00 WIB, mapan wonten Pendapa Kab. Ponorogo. Pahargyan agung menggahipun para warga Paguyuban Ngambar Arum punika ugi bade dipun rawuhi Bapa H. AMIN, SH (Bupati Ponorogo). Ngambar Arum Kuncara!!!

WISUDHAN PANATACARA MUDHA BERGADA 2

Sasampunipun nglampahi pelatihan sakdangunipun 6 wulan, lan sampun tuntas-buntas anggenipun ngangsu kawruh- seserapan para siswa pawiyatan Panatacara-Pamedharsabda tataran mudha bergada 2 badhe kawisudha ing minggu kaping 4 wulan Oktober 2011 punika.

Panitya sampun dipun pilih, Ketua Panityanipun Sdr.Subroto lan Steering comitee dipun asta Sdr. Prasetya Misna. Prosesi Wisudhan ing Paguyuban Panatacara lan Pamedharsabda bergada 2 tahun 2011 punika mapan wonte ing Pendapi Kabupaten Ponorogo lan ugi ngrawuhaken Bupati ponorogo Bp. Amin, SH.

Petunjuk teknis Pendadaran ing Ngambar Arum

JUKNIS  PENDADARAN

SISWA PAWIYATAN PANATACARA DAN PAMEDHARSABDA

NGAMBAR ARUM PONOROGO

Oleh : Darmuji

 

  1. A.  MATERI

Materi Pendadaran meliputi 2 (dua) kompetensi dasar  di Pawiyatan yakni ;  Kapanatacaran dan Pamedharsabda.  Kompetensi dasar tersebut dipilah menjadi materi Pendadaran sbb:

  1. 1.  Panatacara
    1. Murwakani adicara
    2. Janturan wiyosipun Penganten Putri
    3. Penganten Kakung rawuh-Panggih
    4. Sungkem-krobongan
    5. Kirab
  2. 2.  Pamedharsabda
    1. Pasrah Penganten
    2. Panampen pasrah
    3. Pamedhar Sabda sanesipun ;

1)   Panitia acara peringatan keagamaan

2)   Nguntabaken Jenazah

3)   Panitia acara peringatan besar Nasional

4)   Lainnya

  1. B.  WAKTU
    1. 1.  Pelaksanaan pendadaran
      1. Pendadaran  dilaksanakan minggu ke-1 bulan Agustus 2011,  dan apabila belum tuntas pelaksanan  pendadaran pada hari tersebut maka akan diselesaikan pada minggu ke-2 bulan tersebut.
      2. Tidak ada pendadaran susulan.
  2. 2.  Alokasi waktu
    1. Alokasi waktu pelaksanaan sebagaimana jam pawiyatan, yakni; jam 13.30 s.d 15.00, dan jam 15.30 sd 17.00 WIB
    2. Alokasi waktu presentasi/penyajian  tiap-tiap peserta minimal 6 menit dan maksimal 10 menit.
    3. C.  TEKNIS
      1. Sebelum dilaksanakan presentasi/penyajian, setiap peserta akan mengambil undian materi yang akan disajikan dalam pendadaran.
      2. Penyajian materi disaksikan oleh seluruh warga paguyuban yang hadir, pengamat, peserta lain dan dinilai oleh tim penguji yang ditunjuk oleh Pangarsa pawiyatan.
      3. D.  INDIKATOR-INDIKATOR PENILAIAN PARAGAN
        1. Magatra
        2. Malaksana
        3. Mawastha
        4. Malaghawa
        5. Maraga
        6. Matanggap
        7. Mawwat
        8. Micara
        9. E.  TIM PENGUJI

Tim Penguji Pendadaran adalah seluruh dwija Pawiyatan dan ditambah pengurus inti Paguyuban yang ditunjuk oleh Pangarsa Pawiyatan.

  1. F.  OUT PUT
    1. Dari pelaksanaan Pendadaran  ini diharapkan bisa diambil hasil penilaian yang obyektif terhadap kemampuan dasar siswa pawiyatan bergada ke-2, sehingga bisa dijadikan dasar penulisan prestasi belajar siswa yang tertuang dalam surat keterangan kelulusan.
    2. Dari pelaksanaan pendadaran diharapkan bisa menjadi bahan kajian dan evaluasi terhadap proses KBM di Pawiyatan Ngambar Arum.

 

WILUJENG RAWUH WONTEN ING PAGUYUBAN PANATACARA LAN PAMEDHAR SABDA “NGAMBAR ARUM”

Para Sutresna budaya Jawi

Paguyuban Panatacara lan Pamedhar Sabda NGAMBAR ARUM Ponorogo ngajeng-ngajeng rawuh Panjenengan, kinen ngregengaken Blog Paguyuban ingkang prasaja punika, ndherek nyengkuyung, memetri lan marsudi mrih  ngrembakanipun budaya Jawi ingkang adi luhung. Kritik, saran, pemanggih, seratan ingkang asipat  amimbuhi kasampurnanipun isi Blog punika lan ngrembakanipun Paguyuban saged dipun kintun dhumateng Blog Paguyuban utawi lumantar SMS Pangarsa Paguyuban (darmuji Ngambar Arum) Hp. 081 335 730 335. Matur suwun……

animo siswa ingkang ndherek Pawiyatan ing Ngambar Arum

Pawiyatan Panatacara lan Pamedhar Sabda Bergada 2 ing Paguyuban Panatacara lan Pamedhar Sabda NGAMBAR ARUM Ponorogo pranayata kathah peminatipun. Nyata sutresna budaya Jawi ingkang kasengsem, ndherek-ndherek nggilut, memetri kabudayan saestu taksih kathah, katitik “kuota” siswa ingkang mestinipun namung 35 Calon siswa, ingkang daftar resmi lan mlebet sampu 62 calon siswa. Mugi-mugi ngrembaka, lestantun NGAMBAR ARUM lan budaya Jawi ingkang adi luhung. (dar)

KHAS NGAYOGYAKARTA

 

Upacara Pengantin Tradisional Adat Jawa Yogyakarta

1. Nontoni

Nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya. Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia. Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran.

2. Lamaran

Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah terkadang masih belum saling mengenal, jadi hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh  dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama.  Upacara lamaran:Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebutJodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria. Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain : Jadah, wajik, rengginan dan sebagainya.Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa).Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan.

3. Peningsetan

Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat.Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan  sesuatu sebagai pengikat  dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri.Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur .Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.

4. Upacara Tarub

Tarub adalah hiasan janur kuning ( daun kelapa yang masih muda ) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe ( anyaman daun kelapa yang hijau ). Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin ( siraman, Jawa ) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan.

Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan. Adapun macamnya :

  • Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang.
  • Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa )
  • Dua untai padi yang sudah tua.
  • Dua batang pohon tebu wulung ( tebu hitam ) yang lurus.
  • Daun beringin secukupnya.
  • Daun dadap srep.

Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan pintu gerbang satu unit ( bila selesai pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada anak-anak ) Selain pemasangan tarub diatas masih delengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan sbb. (Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung, harapan serta do’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ) yang dilambangkan melalui:

  • Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap.
  • Jajan pasar
  • Nasi liwet yang dileri lauk serundeng.
  • Kopi pahit, teh pahit, dan sebatang rokok.
  • Roti tawar.
  • Jadah bakar.
  • Tempe keripik.
  • Ketan, kolak, apem.
  • Tumpeng gundul
  • Nasi golong sejodo yang diberi lauk.
  • Jeroan sapi, ento-ento, peyek gereh, gebing
  • Golong lulut.
  • Nasi gebuli
  • Nasi punar
  • Ayam 1 ekor
  • Pisang pulut 1 lirang
  • Pisang raja 1 lirang
  • Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil.
  • Daun sirih, kapur dan gambir
  • Kembang telon (melati, kenanga dan kantil)
  • Jenang merah, jenang putih, jenang baro-baro.
  • Empon-empon, temulawak, temu giring, dlingo, bengle, kunir, kencur.
  • Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1 butir telor ayam mentah, uang logam, gula merah 1 tangkep, 1 butir kelapa.
  • Empluk-empluk tanah liat berisi beras, kemiri gepak jendul, kluwak, pengilon, jungkat, suri, lenga sundul langit
  • Ayam jantan hidup
  • Tikar
  • Kendi, damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan
  • Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit
  • Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi ( merang )
  • Sayur pada mara
  • Kolak kencana
  • Nasi gebuli
  • Pisang emas 1 lirang

Masih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecil-kecil merah, putih,kuning, hitam, hijau, yang dilengkapi dengan buah-buahan, bunga telon, gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di:

  • Area sumur
  • Area memasak nasi
  • Tempat membuat minum
  • Tarub
  • Untuk menebus kembarmayang ( kaum )
  • Tempat penyiapan makanan yanh akan dihidangkan.
  • Jembatan
  • Prapatan.

5. Nyantri

Upacara nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin putri 1 sampai 2 hari sebelum pernikahan. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan dirumsh saudara atau tetangga dekat. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk melancarkan jalannya upacara pernikahan, sehingga saat-saat upacara pernikahan dilangsungkan maka calon pengantin pria sudah siap dit3empat sehingga tidak merepotkan pihak keluarga pengantin putri.

6. Siraman

Siraman dari kata dasar siram ( Jawa ) yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni.Bahan-bahan untuk upacara siraman :

  • Kembang setaman secukupnya
  • Lima macam konyoh panca warna ( penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang dikasih pewarna)
  • Dua butir kelapa hijau yang tua yang masih ada sabutnya.
  • Kendi atai klenting
  • Tikar ukuran ½ meter persegi
  • Mori putih ½ meter persegi
  • Daun-daun : kluwih, koro, awar-awar, turi, dadap srep, alang-alang
  • Dlingo bengle
  • Lima macam bangun tulak ( kain putih yang ditepinnya diwarnai biru)
  • Satu macam yuyu sekandang ( kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning)
  • Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam), 1 helai letrek ( kain kuning), 1 helai jinggo (kain merah).
  • Sampo dari londo merang ( air dari merang yang dibakar didalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air, air ini dinamakan air londo)
  • Asem, santan kanil, 2meter persegi mori, 1 helai kain nogosari, 1 helai kain grompol, 1 helai kain semen, 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih
  • Sabun dan handuk.

Saat akan melaksanakan siraman ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:

  • Tumpeng robyong
  • Tumpeng gundul
  • Nasi asrep-asrepan
  • Jajan pasar, pisang raja 1 sisir, pisang pulut 1 sisir, 7 macam jenang
  • Empluk kecil ( wadah dari tanah liat) yang diisi bumbu dapur dan sedikit beras
  • 1 butir telor ayam mentah
  • Juplak diisi minyak kelapa
  • 1 butir kelapa hijau tanpa sabut
  • Gula jawa 1 tangkep
  • 1 ekor ayam jantan

Untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan, tujuh sama dengan pitu ( Jawa ) yang berarti pitulung (Jawa) yang berarti pertolongan.Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias ( pemaes ) dengan memecah kendi dari tanah liat. .

Midodareni

Midodareni berasal dari kata dasar widodari ( Jawa ) yang berarti bidadari yaitu putri  dari sorga yang sangat cantik dan sangat harum baunya.Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18.00 sampai dengan jam 24.00 ini disebut juga sebagai malam midodareni, calon penganten tidak boleh tidur. Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:

· Sepasang kembarmayang ( dipasang di kamar pengantin )

· Sepasang klemuk ( periuk ) yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup klemuk tadi

· Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur.

· Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi.

Adapun dengan selesainya midodareni saat jam 24.00  calon pengantin dan keluarganya bisa makan hidangan yang terdiri dari :

  • Nasi gurih
  • Sepasang ayam yang dimasak lembaran ( ingkung, Jawa )
  • Sambel pecel, sambel pencok, lalapan
  • Krecek
  • Roti tawar, gula jawa
  • Kopi pahit dan teh pahit
  • Rujak degan
  • Lampu juplak minyak kelapa untuk penerangan ( jaman dulu)

8. Upacara Langkahan

Langkahan berasal dari kata dasar langkah (Jawa) yang berarti lompat, upacara langkahan disini dimaksudkan apabila pengantin   menikah mendahului kakaknya yang belum nikah , maka sebelum akad nikah dimulai maka calon pengantin diwajibkan minta izin kepada kakak yang dilangkahi.

9. Upacara Ijab

Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh petugas dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama dan disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.

10. Upacara Panggih

Panggih ( Jawa ) berarti bertemu, setelah upacara akad nikah selesai baru upacara panggih bisa dilaksanaakan,. Pengantin pria kembali ketempat penantiannya, sedang pengantin putri kembali ke kamar pengantin. Setelah semuanya siap maka upacara panggih dapat segera dimulai.

Upacara Panggih dalam Perkawinan Adat Jawa  merupakan puncak acara dari serangkaian upacara adat yang mendahuluinya.  Rangkaian acara yang mewarnai upacara panggih meliputi :

  • Penyerahan sanggan yang lazim disebut tebusan
  • Keluarnya mempelai dari kamar pengantin yang didahului

kembar mayang

Untuk melengkapi upacara panggih tersebut sesuai dengan ,busana gaya Yogyakarta, busana gaya Yogya ( untuk lebih jelasnya Klik disini) dengan iringan gending Jawa:

  1. Gending Bindri untuk mengiringi kedatangan penantin pria
  2. Gending Ladrang Pengantin untuk mengiringi upacara panggih mulai dari balangan ( saling melempar ) sirih, wijik ( pengantin putri mencuci kaki pengantin pria ), pecah telor oleh pemaes.
  3. Gending Boyong/Gending Puspowarno untuk mengiringi tampa kaya (kacar-kucur), lambang penyerahan nafkah dahar walimah. Setelah dahar walimah selesai, gending itu bunyinya dilemahkan untuk mengiringi datangnya sang besan dan dilanjutkan

upacara sungkeman

Setelah upacara panggih selesai dapat diiringi dengan gending riwidodo atau gending Sriwilujeng. Pada waktu kirab diiringi gending : Gatibrongta, atau Gari padasih.

 

KETENTUAN-KETENTUAN DI PAWIYATAN

 

KETENTUAN PAWIYATAN PANATACARA DAN PAMEDHARSABDA

BERGADA 2 TAHUN 2011

PAGUYUBAN PANATACARA LAN PAMEDHARSABDA

NGAMBAR ARUM

PONOROGO JATIM INDONESIA

A. JAM, MATERI DAN JUMLAH TATAP MUKA

1. JAM MASUK PAWIYATAN (JAM I PUKUL 13.30 – 15.00, JAM II PUKUL 15.30 – 17.00)

2. ISTIRAHAT DAN SHALAT PUKUL 15.05 – 15.25

3. MATERI PAWIYATAN : KAPANATACARAN JAWI, PAMEDHARSABDA, SASTRA&RENGGEPING WICARA, SEKAR GENDHING, PANATACARA PONORAGAN DAN KEORGANISASIAN.

4. PAWIYATAN DILAKSANAKAN SELAMA 5 (LIMA) BULAN, BULAN MARET S.D JULI 2011, 21 KALI TATAP MUKA TERMASUK PARAGAN 1 DAN PARAGAN 2 (PENDADARAN).

B. KETENTUAN ADMINISTRASI

1. SETIAP SISWA DIKENAKAN BIAYA ADMINISTRASI PENDAFTARAN  SEBESAR RP. 50.000,- (LIMA PULUH RIBU RUPIAH)

2. SELAMA KURSUS SETIAP SISWA JUGA DIKENAKAN BIAYA PAWIYATAN  SEBESAR RP.600,000,- (ENAM RATUS RIBU RUPIAH), BISA DIBAYARKAN SEMUA DI AWAL PAWIYATAN  ATAU DICICIL MAKSIMAL 2 KALI PEMBAYARAN (CICILAN KE-1 SEBELUM PARAGAN I DAN CICILAN KE-2 SEBELUM PARAGAN 2/PENDADARAN)

3. BIAYA PAWIYATAN DIATAS DI LUAR BIAYA PHOTO COPY MATERI, BIAYA KONSUMSI (THE &KOPI) SETIAP MASUK KELAS DAN BIAYA WISUDHA.

4. BIAYA PHOTO COPY MATERI DAN KONSUMSI DIATUR SENDIRI OLEH ORGANISASI KELAS

C. PRESENSI DAN KEAKTIFA SISWA

1. SETIAP SISWA DIHARUSKAN AKTIF MASUK PAWIYATAN

2. BILAMANA BERHALANGAN DISILAHKAN IJIN/MENGHUBUNGI PANGARSA PAWIYATAN

3. SETIAP SISWA WAJIB MEMENUHI JUMLAH KETENTUAN TATAP MUKA PAWIYATAN , MINIMAL  75 % KEHADIRAN PADA TIAP MATERI PAWIYATAN

4. SETIAP SISWA WAJIB MENGIKUTI PARAGAN 1, TEST NYERAT DAN PARAGAN 2 (PENDADARAN)

D. DISIPLIN DIRI

1. SETIAP  MASUK PAWIYATAN SISWA HARUS MEMAKAI PAKAIAN ATASAN  BAJU/HEM/BAJU BATIK/TAQWA DSB DAN BUKAN KAOS DAN BAWAHAN MENYESUAIKAN

2. SISWA DILARANG MEROKOK DI DALAM RUANG PAWIYATAN SELAMA PENYAMPAIAN MATERI

 

PONOROGO, 6 MARET 2011

A.N.  LURAH PAGUYUBAN

PANGARSA PAWIYATAN,

TTD.

SUGENG IRIANTO, S.Pd

Panatacara Madya

 

 

Hotline service : 08125924989 (sugeng irianto)

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.